Menu Home

ANALISIS TEORI SYAR’U MAN QABLANA

Agama (al-dien) adalah kepercayaan yang bersifat Ilahiyah, ide murni itu berbentuk wahyu yang termuat dalam al-Qur’an dan al-Sunnah. Ide ini tidak bisa diletakkan dalam konteks kemanusiaan. Berbeda dengan pemikiran agama (Islamologi) yang merupakan produk manusia. Konsep ini tidak bisa dipisahkan dari realitas tertentu dan sejarah masyarakat. Salah satu pemikiran Agama adalah Ushul-Fiqh. Ilmu metodologi ini memiliki susunan yang pada umumnya terjadi kontroversi antara proposisi-proposisi dengan logika dan bahasa. Meskipun begitu, secara ontologis ilmu ini dapat dikelompokkan menjadi empat point yaitu (1) nilai-nilai aturan hukum (2) dasar-dasar aturan hukum (al-adillah al-syar’iah) (3) cara atau metoda menganalogikan dalil menjadi hukum, dan (4) ketentuan ijtihad, taqlid, dialektika kontradiktif, dan tarjih. Ushul-fiqh merupakan khazanah kekayaan ilmu yang turut memperkaya model keagamaan kita. Pelaksanaan syariat Islam akan susah seandainya ilmu ini tidak ada, sebab ushul-fiqh dianggap sebagai penuntun fiqh yang merupakan jawaban bagi kehidupan kita. Ilmu ini dapat menjawab beberapa masalah yang diajukan, maka agar kita dapat memanfaatkan, kita harus mengetahui jawaban apa yang perlu dibawakan oleh ilmu ini, setelah kita mengajukan pertanyaan. Ushul-fiqh mempunyai ciri spesifik yang tersusun mengenai apa (ontology), bagaimana (epistemology) dan untuk apa (aksiologi). Ketika landasan ini saling berkaitan, maka ontology ushul-fiqh terkait dengan epistemologinya, epistemology ushul-fiqh terkait dengan aksiologinya, dan begitulah seterusnya. Jadi kalau kita ingin membicarakan epistemilogi ushul-fiqh, maka kita harus mengaitkannya dengan ontology, dan aksiologi.

PDF

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Abdul Wahhab Khallaf, Ilmu Ushul al-Fiqh, cet. xii. Kairo: Dar al-Qalam, 1398 H.
  2. Alaiddin Koto, Ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh, revisi 3. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2009.
  3. Beni Ahmad Saebani, Filsafat Hukum Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2008.
  4. Hasbi Ash-Shiediqie, Falsafah Hukum Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1993.
  5. Ibn al-Arabi, Ahkam al-Qur’an, juz iv. Beirut: Dar al-Jail, 1408
  6. Juhaya S. Pradja, Filsafat Hukum Islam. Bandung: Yayasan Piara, 1997.
  7. Lisan al-Arab.
  8. Muhammad Rasyid Ridho, Tafsir Al-Manar, juz 3. Beirut: Dar al-Kutub al-`Ilmiyah, 1420 H.
  9. Muhyiddin Darwisy, I`rab al-Qur’an al-Karim Wa Bayanuh, jilid 9, cet. iii. Suriah: Dar al-Irsyad, 1412 H.
  10. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, xii. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
  11. Sidi Nazar Bakry, Fiqh dan Ushul Fiqh, cet. 4. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2003.
  12. Tafsir al-Thabari

Categories: FIQH

afriyantobinemri

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *