Menu Home

REDEFINISI IJTIHAD DAN TAKLID

Ijtihad adalah tindakan seorang mujtahid untuk menghasilkan suatu hukum atas suatu permasalahan dalam ruang lingkup kehidupan dunia. Ia menjadi kunci bagi berkembangnya hukum Islam, khususnya untuk menghadapi permasalahan yang belum ada sebelumnya. Ijtihad tidaklah berfsifat statis, ia bergerak dinamis selaras dengan perkembangan zaman. Jika problematika umat manusia saat ini semakin komplek, maka ijtihad untuk mencari solusi dalam Islam adalah langkah yang tidak bisa ditawar-tawar. Permasalahannya adalah ijtihad selama ini dipandang sebagai sesuatu yang sangat sakral dan sulit untuk dilakukan, hanya mereka yang telah sampai ke derajat mujtahid yang berhak untuk berijtihad. Benarkah saat ini sudah tidak ada lagi seorang mujtahid? Dan benarkah pintu ijtihad sudah tertutup? Makalah ini akan membahas mengenai pemikiran ijtihad dalam konteks kekinian.

Ijtihad sebagai hasil pemikiran seseorang saat ini mengalami pergeseran, salah satunya adalah bahwa ijtihad bisa dilakukan secara bersama-sama atau ijtihad ijtima’i. selain itu ruang lingkup ijtihad tidaklah harus dalam ruang lingkup yang luas namun bisa juga dilakukan dalam masalah-masalah yang kecil. Selain itu ijtihad juga bisa dilakukan dengan penambahan berbagai pendekatan yaitu pendekatan sains modern. 

PDF

DAFTAR PUSTAKA

  1. Djazuli dan I. Nurol Aen, Ushul Fiqh Metodologi Hukum Islam, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. 2000.
  2. Qodri Azizy, Hukum Nasional (Eklektisisme Hukum Islam & Hukum Umum), Bandung: Teraju. 2004.
  3. Abd al-Wahab Khalaf, ‘Ilm Ushul al-Fiqh, Dar al-Kuwaitiyyah, Kairo, 1968
  4. Abdul Aziz Dahlan…(et al.)., Ensiklopedia Hukum Islam, PT Ichtiar Baru van        Hoeve, Jakarta, 2006
  5. Abdul Halim, Ijtihad Kontemporer ; Kajian Terhadap Beberapa Aspek Hukum,Keluarga Islam Indonesia dalam Mazhab Jogja : Menggagas Paradigma Ushul Fiqh Kontemporer, Jogjakarta: Ar-Ruzz Press, 2002.
  6. Abdul Manan, Reformasi Hukum Islam Di Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  7. Abdullah Nasih Ulwan, Syariat Islam, Alih Bahasa Daud Rasyid, Usamah Press,    Jakarta, 1992
  8. Ahmad Ar-Raisuni, 2005. Muhammad Jabal Barut, Ijtihad Fiqh Islam (Meretas Jalan Kebangkitan Umat), Solo: Era Intermedia.
  9. Fathi al-Daraini, al-Manahij al-Ushuliyah fi Ijtihad bi al-Ra’yi fi al-Tasyri’, Dar al-  Kitab al-Hadits, Damsyiq, 1975
  10. Husein Hamid Hasan, Nazhariyah al-Maslahah fi al-Fiqh al-Islami, Dar al-Nahdhah          al-Arabiyah, Mesir, 1971
  11. Muhammad Abu Zahrah, Ushul al-Fiqh, Diterjemahkan oleh Saefullah Ma’shum    dkk., Pustaka Firdaus, Jakarta, 2005
  12. Muhammad Abu Zahrah. Ushul Fiqh. Pustaka Firdaus. Jakarta: 2008.cet. 12.
  13. Reformasi Bermazhab   (Sebuah  Ikhtiar   menuju   ijtihad Sesuai Saintifik-Modern), Jakarta: Teraju. 2003.
  14. Syaifuddin Abi al-Hasan Ali bin Abi Ali bin Muhammad al-Amidi, Al-Ihkam Fi      Ushul al- Ahkam, Daar al-Fikr, Beirut, 1996

Categories: FIQH

afriyantobinemri

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *