Menu Home

PENGARUH PEMBERIAN MOTIVASI TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. INTIBENUA PERKASATAMA KOTA DUMAI

Abstrak: Manusia sebagai anggota organisasi merupakan faktor penentu berhasil atau tidaknya suatu organisasi dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Terlaksananya suatu pekerjaan dengan baik tidak terlepas dengan adanya pemberian motivasi oleh pimpinan. Motivasi merupakan pendorong dalam diri seseorang, Efektivitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan. Berdasarkan observasi ditemukan beberapa gejala masalah yaitu: masih kurangnya pemberian motivasi kerja dalam bentuk fasilitas dari pimpinan perusahaan, masih terdapatnya program kegiatan kerja yang belum terealisasi pada PT. Intibenua Perkasatama Kota Dumai. Berdasarkan gejala masalah diatas maka penulis merumuskan pokok permasalahan “Bagaimana Pengaruh Pemberian Motivasi  Terhadap Efektivitas Kerja Karyawan pada PT. Intibenua Perkasatama Kota Dumai”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian motivasi pada PT. Intibenua Perkasatama Kota Dumai, untuk mengetahui efektivitas kerja karyawan pada PT. Intibenua Perkasatama Kota Dumai, untuk mengetahui pengaruh pemberian motivasi terhadap efektivitas kerja karyawan pada PT. Intibenua Perkasatama Kota Dumai. untuk variabel motivasi penulis menggunakan teori David McClelland (Robbins, 2001 : 173) ada tiga alat ukur dalam pemberian motivasi yaitu: kebutuhan akan prestasi, kebutuhan akan kekuasaan, dan kebutuhan akan afiliasi. Untuk variable efektivitas kerja penulis menggunakan teori dari Subkhi dan Jauhar (2013:23) ada 6 indikator yaitu: Kemampuan, Keterampilan, Pengetahuan, Sikap, Motivasi dan Tekanan. Maka penulis mencoba menurunkan hipotesis penelitian sebagai berikut: “Jika pemberian motivasi baik, maka efektivitas kerja meningkat”. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Intibenua Perkasatama Kota Dumai beserta pimpinan dengan jumlah keseluruhan sebanyak 100 orang. Adapun teknik pengambilan sampel dibagi menjadi 2 teknik, untuk unsur pimpinan menggunakan metode sensus / sampling jenuh. Sedangkan untuk  unsur departement menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan cara analisis statistik deskriptif. Data hasil penelitian dianalisis dengan product moment. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Berdasarkan hasil penelitian analisis product moment yang penulis lakukan dengan jumlah 100 responden dan dengan taraf kesalahan 5% tingkat hubungan yang terjadi antara variabel pemberian motivasi dengan variabel efektivitas kerja adalah Rendah. Untuk analisis regresi linier sederhana, koefisien regresi pemberian motivasi pada persamaan ini diperoleh sebesar 0,760 (positif) yang berarti bahwa apabila skor pada variabel pemberian motivasi meningkat maka efektivitas kerja akan meningkat sebesar 0,760 dan sebaliknya apabila skor variabel pemberian motivasi turun maka efektivitas kerja akan turun sebesar 0,760. Karena t hitung < 0,05 maka H0 ditolak. Jadi disimpulkan bahwa variabel pemberian motivasi berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja.

PDF

Daftar Pustaka

  1. Hasibuan, Malayu S.P,Drs, Organisasi dan Motivasi Bumi Aksara, Jakarta,
  2. Indrastuti, Sri & Tanjung,Amries,Rusli,Manajemen Sumber Daya Manusia Stratejik, UR            Pres, Pekanbaru, 2011
  3. Kaswan, Manajemen SDM untuk Keunggulan Bersaing Organisasi, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2012
  4. Nawawi, Hadari H, Evaluasi dan Manajemen Kinerja dilingkungan Perusahaan dan Industri, Gadjah Mada University Press,      Jakarta,2006
  5. Simanjuntak, J Payaman, Manajemen dan Evaluasi Kinerja, Penerbit   Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta, 2005
  6. Sudarmanto, Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2009
  7. Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2003

Categories: Ilmu Administrasi Negara

afriyantobinemri

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *